
Bantu Bangun Masjid yang Tersapu Banjir dan Longsor Sumatra
Pulihkan Masjid-Masjid yang Hancur Akibat Banjir dan Longsor di Sumatra
Banjir besar yang melanda Sumatra bukan hanya merendam rumah warga dan memutus akses kehidupan mereka, tetapi juga menghancurkan tempat yang paling mereka cintai yaitu masjid. Material banjir dan longsor menyapu bangunan-bangunan di desa, termasuk masjid-masjid yang selama ini menjadi pusat ibadah dan ketenangan.
Banyak masjid kini mengalami kerusakan berat seperti dinding retak, lantai dipenuhi lumpur, fasilitas umum rusak, dan sebagian atap roboh tersapu arus banjir. Pada saat masyarakat sangat membutuhkan tempat untuk bersandar dan berdoa, masjid yang dulu menjadi ruang aman justru ikut hilang dalam amukan bencana.
Padahal, di tengah kondisi darurat, masjid sering menjadi lokasi paling aman untuk berteduh dan berkumpul. Kini warga hanya bisa menatap sedih bangunan masjid mereka yang hancur dan tak lagi bisa digunakan.
Masyarakat berharap suatu hari rumah Allah itu dapat berdiri kembali menjadi tempat menenangkan hati, tempat anak-anak mengaji, dan tempat jamaah bersujud memohon kekuatan. Namun, mereka tidak mungkin membangunnya sendirian.

Ayo Bantu Masjid-Masjid di Sumatra Bangkit Kembali
Melalui campaign ini, Asimilasi mengajak Anda untuk ikut menjadi bagian dari pemulihan. Donasi Anda akan disalurkan untuk:
-
Membersihkan lumpur dan puing dari dalam masjid
-
Memperbaiki fasilitas masjid, termasuk tempat wudhu dan kamar mandi
-
Renovasi agar masjid kembali aman, layak, dan nyaman digunakan
Bantuan Anda sangat berarti bagi warga yang saat ini hidup dalam ketidakpastian, rasa takut, dan kehilangan. Di tengah situasi sulit, uluran tangan Anda bisa menjadi cahaya harapan bagi mereka.
Cara Berdonasi Sangat Mudah
-
Klik Donasi Sekarang
-
Masukkan nominal
-
Pilih metode pembayaran
-
Selesaikan pembayaran
Mari bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Sumatra agar mereka kembali memiliki tempat ibadah yang layak. Setiap donasi yang Anda titipkan akan menjadi bagian dari doa dan harapan mereka.
-
December, 9 2025
Campaign is published
