ImageRingankan Beban Ibu Siti Nafkahi 6 Buah Hati...
Image

Ringankan Beban Ibu Siti Nafkahi 6 Buah Hati

Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
0 Donasi ∞ hari lagi

Ditinggal Suami, Ibu Siti Bertahan Menghidupi 6 Anak dengan Memulung Sampah

“Sejak suami saya meninggal, saya harus bekerja mengepul sampah. Sehari cuman bisa dapat 50 ribu, mau gak mau itu harus cukup buat kebutuhan 6 anak saya, dan uang itu juga untuk pengobatan terapi anak bungsu saya, Maulida, yang sejak lahir mengidap down syndrome.” Ucap ibu Siti Karnengsih

Dengan penghasilan yang sering kali tidak sampai Rp50.000 per hari, Ibu Siti harus memastikan seluruh anak-anaknya tetap bisa makan. Dari uang yang sangat terbatas itu pula, ia harus membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya, membayar kebutuhan rumah tangga, hingga memenuhi kebutuhan pengobatan anak bungsunya yang mengidap Down Syndrome.

Tak jarang, setelah seharian memulung dan mengumpulkan barang rongsokan, Ibu Siti masih menerima jahitan kecil-kecilan di rumah untuk menambah sedikit penghasilan. Ia terus bekerja hingga larut malam, berharap ada tambahan uang agar anak-anaknya tidak tidur dalam keadaan lapar.

Namun perjuangan Ibu Siti jauh dari kata mudah.

Di rumah sederhana yang mereka tempati di Kampung Cimande Hilir, Kabupaten Bogor, ia harus membesarkan enam anak seorang diri tanpa tempat bersandar. Setiap hari ia dihantui kekhawatiran yang sama: bagaimana jika besok tidak ada barang rongsokan yang bisa dijual? Bagaimana jika anak-anak membutuhkan biaya sekolah? Bagaimana jika anak bungsunya harus kembali berobat sementara uang yang dimiliki bahkan tidak cukup untuk kebutuhan makan?

"Saya cuma ingin anak-anak saya tetap bisa makan dan sekolah. Saya juga ingin Maulida bisa terus terapi supaya ada perkembangan. Tapi semuanya terasa berat kalau harus saya tanggung sendiri," ujar Bu Siti.

Sebagai seorang ibu, ia tidak pernah menyerah. Meski hidup dalam keterbatasan, Bu Siti terus berjuang agar anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik daripada dirinya.

Sayangnya, perjuangan seorang ibu tidak selalu bisa diselesaikan seorang diri.

Hari ini, Bu Siti membutuhkan uluran tangan kita.

Bantuan yang diberikan akan membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, biaya pendidikan anak-anak, serta membantu biaya pengobatan dan terapi Maulida yang selama ini terhambat karena keterbatasan ekonomi.

Sahabat, di balik tumpukan sampah yang setiap hari dikumpulkan Bu Siti, tersimpan harapan besar untuk enam anak yang ia perjuangkan seorang diri.

Mari ringankan langkahnya.

Klik DONASI SEKARANG.

Karena bagi Bu Siti, bantuan yang kita berikan bukan hanya tentang uang. Namun tentang harapan bahwa ia tidak sendirian menghadapi beratnya kehidupan. ❤️



  • June, 4 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Bagikan melalui:
✕ Close